Rabu, 14 Juli 2010 | 00:04 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Guna mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel sudah mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan pemantauan turun langsung ke pasar untuk mengecek harga, baik di pasar modern maupun di pasar tradisional. "Kita lakukan pemantauan secara langsung guna menstabilisasikan harga. Ini juga dimaksudkan agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga, apalagi jelang ramadan dan hari raya," kata Kadisperindag Sulsel, Amar Kadir di kantornya, Selasa (13/7).
Dikatakan, jelang ramadan dan Hari Raya Idul Fitri kenaikan yang berkisar antara lima hingga 10 persen adalah hal yang wajar. "Kita juga harus lihat produksinya. Kalau memang produksi kurang diakibatkan pengaruh musim, seperti cabe keriting, maka berlaku hukum permintaan. Permintaan banyak sementara produk sedikit, maka harga akan naik," tuturnya.
Data yang diperoleh di Diseprindag Sulsel terkait harga sembilan kebutuhan pokok, tercatat untuk beras Rp 5.500-Rp 6.500 per kilogram, gula pasir Rp 9 ribu per kilogram, tepung terigu Rp 7 ribu per kilogram untuk cap kompas dan Rp 14 ribu per kilogram untuk bromo (kemasan), minyak goreng Rp 8.000-Rp 9.500 per liter, minyak tanah Rp 7.500 per liter.
Premium Rp 4.500 per liter, solar Rp 4.500 per liter, elpiji Rp 50 kg Rp 367.750, elpiji 1 kg Rp 73.200, elpiji 3 kg Rp 12.750, pupuk urea Rp 1.600 per kilogram, pupuk organik Rp 700 per kiligram, pupuk ZA Rp 1.400 per kilogram, pupuk Ponska Rp 1.550 per kilogram, dan pupuk SP-36/Super Phos Rp 2.000 per kilogram.
Menurut Amar, jika terjadi lonjakan harga yang drastis diatas 10 persen, maka pihaknya akan melakukan operasi pasar. "Kita juga akan melakukan pengawasan terkait distribusi barang-barang kebutuhan pokok. Karena jika distribusi tidak lancar maka akan mempengaruhi harga," tambahnya.
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/117426/Disperindag-Harga-Sembako-Naik-Hingga-10-Persen-Mas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar