Pembangunan yang baik selalu didukung oleh masyarakat, dan bentuk itu seringkali disebut dengan partisipasi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sebenarnya permasalahan yang ada dalam masyarakat dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Sebagai salah satu upaya untuk mengetahui keinginan atau kebutuhan masyarakat tersebut, maka perlu diketahui terlebih dahulu preferensi mereka terhadap lingkungannya.
Demikian pula halnya dengan upaya penataan pedagang kaki lima di pasar dan di luar pasar Kota Balikpapan. Preferensi PKL di beberapa lokasi dapat dijadikan pertimbangan dalam penataan PKL ini. Masing-masing preferensi PKL di lokasi berikut dapat dianggap mewakili tiap tipologi spot lokasi PKL di Kota Balikpapan. Preferensi PKL Pasar Klandasan mewakili lokasi PKL di lingkungan pasar, Lapangan Merdeka dan Melawai pada lokasi fasilitas umum kota, dan spot PKL di lokasi simpul transportasi kota, yaitu Dermaga Unocal serta Jl. Soekarno-Hatta Km. 22,5.
Pasar Klandasan
Dengan padatnya PKL yang berlokasi disini dan tingginya intensitas aktivitas di Pasar Klandasan, maka peluang apapun yang ada sudah seharusnya dapat dimanfaatkan. Adapun, peluang yang dimaksud disini adalah bahwa PKL yang berada di sekitar Pasar Klandasan, baik PKL campuran maupun PKL buah musiman mempunyai keinginan untuk ditata demi kemajuan mereka.
Permasalahan yang terjadi di lokasi PKL ini serupa dengan lokasi-lokasi PKL yang lain, yaitu kurangnya keamanan pada tempat berjualan. Dalam arti, tempat berjualan yang tidak menentu apalagi PKL buah musiman mengakibatkan seringnya terkena razia dari pihak Pemkot (Satpol PP).
Oleh sebab itulah, aspirasi yang muncul dari PKL Pasar Klandasan yaitu penataan tempat jualan yang teratur dan nyaman. Pada dasarnya, sebagai warga kota juga PKL ingin agar lebih diperhatikan oleh pemerintah Kota Balikpapan. Preferensi penataan PKL Kota Balikpapan bagi PKL Klandasan adalah termasuk dengan pembuatan tempat berjualan terutama untuk PKL buah dalam satu tempat yang lebih rapid dan teratur
Lapangan Merdeka
Potensi khas yang dimiliki oleh lokasi PKL Lapangan Merdeka adalah letaknya yang berada di pinggir lapangan dan jalan. Terlebih lagi lokasi ini menjadi salah satu sarana olah raga di Kota Balikpapan. Adapun, permasalahan yang sampai saat ini dihadapi oleh PKL di Lapangan Merdeka ini adalah belum adanya ijin dari pihak Pertamina sebagai pemilik lahan Lapangan Merdeka. Oleh sebab itu, tindakan dari Pemkot sendiri juga melarang PKL berjualan di Lapangan Merdeka.
Dengan adanya potensi lokasi dan permasalahan yang ada, aspirasi PKL yang saat ini berlokasi di Lapangan Merdeka adalah bahwa mereka sama รข€“sama mendapat perlakuan yang adil seperti PKL lainnya. Misalnya, PKL yang berada di lokasi Taman Bekapai, Lapangan Persiba, dan Melawai (lesehan).
Melawai trotoar dan di rumput
Meskipun tidak ditetapkan menjadi salah satu obyek wisata di Kota Balikpapan, secara umum kawasan Melawai saat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat Kota Balikpapan. Lokasi Melawai ini menjadi salah satu lokasi pilihan bagi warga yang hanya sekedar ingin jalan-jalan atau tempat bersantai saja. Artinya, kawasan Pantai Melawai ini memiliki peluang potensi yang tinggi sebagai salah satu tempat wisata di Kota Balikpapan.
Permasalahan yang dialami oleh PKL yang menempati lokasi di pelataran trotoar Melawai, yaitu:
- Kurang adanya hiburan pendukung untuk menarik lebih banyak pengunjung agar datang ke
lokasi.
- Kurangnya fasilitas penerangan/listrik.
Dari permasalahan tersebut, aspirasi yang muncul dari PKL sesuai dengan peluang yang ada di Melawai (trotoar), adalah secara umum mereka memiliki preferensi agar kawasan Melawai dijadikan salah satu obyek rekreasi di Kota Balikpapan. Dengan mengambil contoh konsep wisata pada Pantai Losari di Makassar serta Malioboro di Yogyakarta.
Sementara itu, dari PKL di Melawai (lesehan/rumput), permasalahan yang ada saat ini adalah bahwa perlunya penataan lokasi PKL yang dapat dinikmati oleh konsumen. Dengan demikian, kawasan Pantai Melawai akan bertambah indah, bersih dan, nyaman untuk dikunjungi. Otomatis peluang perolehan pendapatan bagi PKL yang ada di lokasi ini juga makin bertambah.
Adapu, harapan dan aspirasi yang muncul dari PKL di Melawai (lesehan) ini adalah agar PKL bisa maju bersama perkembangan kota, tidak menjadi momok bagi aparat pemerintah kota. Keberadaan PKL di Melawai (lesehan) juga bisa dipertahankan dan dan dilindungi oleh pemerintah Kota Balikpapan sejajar dengan pasar-pasar modern yang ada, karena PKL di lokasi ini memiliki ciri tradisional dan menu nusantara yang khas.
Dermaga Unocal
Peluang yang dapat dimanfaatkan PKL yang berlokasi di sekitar Dermaga Unocal ini, yaitu :
- Pemandangan laut/tepi pantai yang menarik untuk dinikmati.
- Tempat strategis dan mudah dijangkau orang, karena dekat dengan simpul transportasi orang
dan barang di Kota Balikpapan.
- Harga makanan dan minuman lebih terjangkau pengunjung menengah-bawah.
Berbagai peluang yang ada di lokasi PKL ini, tidak membuatnya bebas dari segala permasalahan yang timbul bagi lingkungan maupun PKL itu sendiri. Berikut permasalahan-permasalahan yang terdapat di spot lokasi PKL Dermaga Unocal :
- Tempat berjualan digunakan juga untuk parkir kendaraan yang akan berangkat menggunakan
kapal laut ke luar kota.
- Keberadaan PKL di lokasi simpul transportasi yang padat lalau lalang kendaraan, akhirnya ikut
andil dalam mengakibatkan tundaan sirkulasi dan bahkan kemacetan.
- Sering dijadikan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab untuk peredaran narkoba,
miras, PSK, dan lain-lain karena suasananya (gelap/remang-remang) yang juga mendukung
terjadinya tindakan negatif tersebut
- Iklim yang tidak bersahabat, seperti hujan, angin rebut, ataupun hempasan gelombang air
pasang.
- Fasilitas penerangan yang selama ini sebagian memakai genset.
- Untuk keperluan air bersih menggunakan air pancuran.
Pada dasarnya, khusus PKL di sekitar Dermaga Unocal, sangat mengerti dan menyadari benar bahwa berjualan diatas trotoar adalah melanggar peraturan (ilegal). Oleh sebab itulah, mereka memiliki beberapa aspirasi dalam upaya penataan maupun jika ada relokasi PKL oleh Pemkot Balikpapan dari lokasi mereka yang sekarang ini, yaitu :
1. Lokasi yang baru sebaiknya strategis (mudah dijangkau orang) dan merupakan lokasi
hiburan/pujasera di Kota Balikpapan, seperti Taman Bekapai.
2. Terdapat akses ke fasilitas penerangan, MCK, dan air bersih.
3. Bersedia untuk ditarik retribusi asalkan tidak terlalu memberatkan.
4. Tersedia tempat parkir untuk pengunjung.
5. Aman dari berbagai macam hal, dilindungi Pemkot Balikpapan termasuk penggusuran oleh
Satpol PP.
6. Adanya tindakan yang tegas dari pemerintah jika PKL semakin bertambah selain PKL yang
sudah didata sebelumnya.
Soekarno-Hatta Km. 22,5
Peluang potensi yang dimiliki oleh lokasi PKL di Jl. Soekarno-Hatta Km. 22,5 adalah merupakan jalan arteri primer Kota Balikpapan yang menjadi kerangka utama kota. Sedangkan, potensi dari segi jenis barang dagangannya adalah buah-buahan, seperti salak, cempedak, lai, rambutan, pisang, dan buah-buahan musiman.
Adapun, permasalahan-permasalahan yang dialami PKL dan timbul di lokasi PKL Jl. Soekarno-Hatta Km. 22,5 antara lain :
- Transportasi yang cukup jauh untuk mengangkut hasil buah dari kebun ke lokasi jualan.
- Permasalahan pada pemasaran dan pengolahan hasil yang hanya dijual mentah saja, tidak ada
alternatif lain.
- Pada saat musim buah, harga jual menjadi sangat murah.
- Estetika lingkungan menjadi agak berkurang, karena kayu yang dipakai untuk membuat kios
kayu kurang bagus dipandang.
Berikut merupakan aspirasi dari PKL yang berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta Km. 22,5 apabila ada penataan PKL Kota Balikpapan, maka kondisi selanjutnya yang mereka harapkan, antara lain :
1.Ada kelancaran dalam penjualan.
2.Pemanfaatan hasil panen menjadi olahan alternatif, yang dapat mnendukung fungsi aktivitas kawasan di lokasi mereka berjualan.
3.Mereka juga mengusulkan adanya penambahan kios sejumlah 20 kios, karena saat ini yang ada hanya 120 kios.
http://bappeda.balikpapan.go.id/?page_id=106
Tidak ada komentar:
Posting Komentar