Selasa, 05 Oktober 2010

Harga Sembako Naik, Pemerintah Jangan Cuma Gelar Operasi Pasar

Jakarta - Pemerintah dinilai seperti pemadam kebakaran yang hanya melakukan operasi pasar untuk mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di masyarakat.


Hal ini disampaikan pengamat ekonomi Hendri Saparini dalam diskusi bertajuk 'Sembako Melejit, Rakyat Menjerit' di Warung Daun Cikini yang diadakan Radio Trijaya, Sabtu (17/6/2010).

"Pemerintah perlu menyusun suatu strategi untuk merespon dan mengantisipasi kenaikan harga. Tidak hanya melakukan operasi pasar yang sifatnya hanya shock therapy dan cuma menjadi pemadam kebakaran. Di mana antisipasi dan responnya?" ujar Hendri.

Menurut dia, penyusunan strategi tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako secara jangka panjang. Ia memaparkan sepanjang bulan Juni dan Juli ini,  kenaikan harga pangan memang sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca yang menyebabkan produksi dan distribusi pangan terganggu.

Namun ia memperkirakan kondisi ini akan terus berlangsung hingga bulan September mendatang karena adanya lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan dan Lebaran.

"Sebagai catatan saja, hingga bulan Juni 2010 inflasi karena bahan makan saja sudah mencapai 10,27 persen sehingga harus diantisipasi dengan suatu strategi khusus," jelasnya.

Hendri menambahkan, strategi ini juga perlu disusun karena saat ini 109 juta penduduk Indonesia masih sensitif terhadap harga sembako.
Ia menilai hingga kini keberpihakan pemerintah untuk menjaga stabilitasi pangan juga masih kurang.

"Saya juga tidak sepakat kalau stabilitas pangan karena adanya keterbatasan pangan. Yang benar itu karena adanya keterbatasan mindset. Kita punya anggaran dalam APBN Rp 1.126 triliun kalau stabilitas pangan itu dianggap penting harusnya ada alokasi anggaran cukup besar untuk pangan,"

Setelah stabilitasi pangan itu tercapai, lanjut dia, juga harus diikuti dengan kedaulatan pangan, di mana Indonesia memenuhi kebutuhan bahan pangan sendiri dan tidak bergantung lagi kepada negara lain.

"Sejak krisis 1998 ketergantungan kita terhadap pangan semakin besar. Sekarang kita dari negara produsen menjadi negara pedagang. Jadi ini juga harus diubah," tambahnya.
(epi/gah)

 
http://www.detikfinance.com/read/2010/07/17/120550/1401191/4/harga-sembako-naik-pemerintah-janga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar